Urutan Melakukan Doa yang Benar Menurut Islam

Berdo’a Kegiatan Dari Diri Kita dan Akan Kembali Kepada Kita

Tata Cara Berdoa yang Benar—Ketika mulut berucap, semua akan tercatat oleh Malaikat. Sehingga tulisan yang tercatat tersebutlah akan menjadi do’a yang kemudian hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang dapat mengabulkannya. Maka berhati-hati ketika kita sebagai manusia mengucapkan kalimat-kalimat yang kasar ataupun yang tidak baik lainnya, mencemooh orang-orang yang ada di sekitar kita, yang tidak kita sukai atau ada sebab-sebab tertentu lainnya. Tetaplah berkata baik meski orang-orang tersebut berlaku tidak baik. Panjatkanlah sekian banyak kata yang menjadi do’a kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tuhan semesta alam dengan baik, agar tak kan ada yang tersakiti dan tetap mendapatkan pahala dari ucapan baik tersebut. Salah satu hal yang bisa kita panjatkan kemudian kembali lagi kepada yang memanjatkannya adalah do’a dan hanya do’a saja, tidak ada yang lainnya. Sebab yang lain seperti rezeki akan cepat habis, umur akan cepat habis, bahkan dunia dan seisinya akan habis tak akan pernah kembali lagi. Sedangkan do’a yang istiqomah dan secara terus-menerus diminta akan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kembalikan dengan cara mengabulkannya.

Memanjatkan do’a sangatlah penting dan merupakan bagian dari kewajiban dalam hidup seorang manusia. Karena semua hidup manusia hanyalah bergantung kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sampai akhirnya meninggal dunia. Jadi, bila tidak dengan berdo’a kemungkinan tidak akan Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan hal yang kita mau, karena kita tidak memintanya sama sekali. Bahkan orang yang telah berusaha keras pun tak kan maksimal usahanya karena tidak melibatkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala seutuhnya dengan melakukan do’a. Maka berdo’alah dengan benar, dimanapun dan kapan pun kita berada. Nah, bagaimana Tata Cara Berdoa yang Benar yang sesuai dengan tuntunan Islam agar ucapan-ucapan baik yang kita jadikan do’a mudah diijabah? Berikut ini beberapa Tata Cara Berdoa yang Benar yang sesuai tuntunan Islam.

  1. Menghadap Kiblat dan Mengangkat Tangan

Tata Cara Berdoa yang Benar paling utama ketika mengucapkan do’a adalah mengarahkan diri ke arah kiblat. Orang yang setelah shalat sangat afdhol posisinya karena mengucapkan do’a masih menghadap kiblat. Kemudian tidak lupa untuk mengangkat tangan dan menggabungkannya setinggi wajah. Sebagaimana dalam sebuah hadits riwayat Thabrani yang artinya : Ibn Abbas Radhiyallahu‘anhu mengatakan, bahwa Nabi Shallallahu‘alaihi Wasallam ketika berdoa, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya dan mengangkatnya setinggi wajahnya (wajah menghadap telapak tangan). (HR. Thabrani). Adapun hadits yang menerangkan Tata Cara Berdoa yang Benar dengan menghadap kiblat yakni yang artinya : Dari Jabir Radhiyallahu‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu‘alaihi Wasallam ketika berada di padang Arafah, beliau menghadap kiblat, dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam. (HR. Muslim).

Paket Haji ONH Plus, membuat nyaman melaksanakan ibadah dan bisa berangkat cepat!

  1. Melembutkan Suara

Ketika berdo’a maka kita sebagai manusia sedang berinteraksi dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Maka jangan sesekali mengeraskan suara. Karena sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala itu Maha Mendengar. Tata Cara Berdoa yang Benar ini diterangkan dalam Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Surat Al-Isra ayat 110 dan Surat Maryam ayat 2-3. Ada juga dalam Surat Al-A’raf ayat 55.

  1. Merendahkan Hati, Khusyu dan Penuh Harap

Allah Subhanahu berfirman dalam Al Qur’an mengenai Tata Cara Berdoa yang Benar yang ketiga ini dalam Surat Al-Anbiya’ ayat 90.

Khazzanah Tour Travel, biro perjalanan umroh dan haji yang terperaya sejak tahun 2001, cek dan percayakan perjalanan umroh dan haji Anda sekarang juga!

Tata Cara Berdoa yang Benar yang lainnya adalah dengan memilih waktu mustajab dalam berdo’a seperti ketika antara adzan dan iqomah, ketika hujan turun, ketika hari Jum’at, dan lainnya. Janganlah memakan makanan dan harta yang haram. Janganlah tergesa-gesa dalam menyampaikan do’a, karena tergesa-gesa adalah salah satu sifat dari setan, memulai do’a dengan memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala, memperbanyak mohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan bertaubat.