Apa Itu Pengertian Haji?

Pengertian Haji Secara Bahasa Dan Istilah

Pengertian Haji—Sebagai umat Islam, tentunya kita sudah hafal betul apabila mendengar kata “haji” karena ini merupakan bagian dari rukun Islam yang kelima yang harus dikerjakan bagi umat Islam, terutama yang mampu. Haji, berasal dari bahasa Arab yakni kata hajj. Haji secara bahasa berarti menyengaja atau menuju atau mengunjungi. Dalam Pengertian Haji secara bahasa tersebut, tentunya menyengaja atau menuju atau mengunjungi, memiliki tujuan atau maksud (qashd) tersendiri. Namun, diperincikan dengan Pengertian Haji secara istilah yakni haji adalah menuju atau mengunjungi Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melakukan ibadah tertentu pula atau ibadah haji. Pada Pengertian Haji secara istilah, yang dimaksud dengan tempat-tempat tertentu adalah selain menuju atau mengunjungi Kak’bah tentunya segala tempat yang berhubungan dengan ibadah haji yang lain termasuk ke dalam maksud dari Pengertian Haji secara istilah tersebut. Tempat-tempat selain Kak’bah tersebut ialah Mas’a (tempat sa’i), Arafah, Mudzalifah dan Mina. Menuju atau mengunjungi tempat-tempat untuk melakukan ibadah haji, tentunya memiliki waktu yang telah ditentukan dan harus ditaati oleh umat muslim dan muslimah yang mengerjakannya. Waktu tersebut yaitu pada bulan-bulan haji saja yang dimulai dari bulan Syawal hingga 10 hari pertama bulan Zulhijah. Mau umroh murah ditambah banyak promonya? Yuk ikuti dan segerakan untuk mendaftar di Paket Umroh Maret 2017 dari Khazzanah Tour Travel mulai sekarang!

Haji Merupakan Kewajiban Manusia Terhadap Allah

Adapun perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang berhubungan dengan Pengertian Haji di atas dalam melakukan ibadah haji yang diwajibkan atas umatnya yakni salah satunya terdapat pada Al Qur’an surat Ali Imran surat ketiga ayat 97, yang artinya : “… Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam” (Al Qur’an surat Ali Imran (3) : 97).

Seperi hal-hal yang lain yang berhubungan dalam Islam, segala sesuatu peraturannya tertata rapih dan tidak akan menyulitkan bagi pemeluk agama Islam. Seperti pada ayat di atas yang berhubungan langsung dengan Pengertian Haji dan menjelaskan secara detail bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala memperuntukkan ibadah haji bagi yang mampu saja dalam melakukan perjalanan ke Baitullah.Bila tidak mampu, namun telah berniat maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala pasti akan memberikan jalan untuk keberangkatan ke Baitullah nya dan memberikan balasan yang setimpal untuknya. Jika tidak dilaksanakan oleh umat Islamnya sendiri, padahal umat Islamnya telah mampu, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memberikan balasan yang setimpal atas perbuatannya. Yang membutuhkan kehidupan yang bahagia dunia dan akhirat adalah manusia, maka dari itu kerjakanlah apa yang diperintahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sedangkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memiliki segalanya dan Maha Kaya, jadi Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak memerlukan apapun lagi.

Syarat Haji dan Rukun Haji

Sesudah penjelasan mengenai Pengertian Haji dan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menerangkan mengenai kewajiban untuk melakukan ibadah haji, minimalnya sekali, maka sebagai umat Islam dan bagi yang ingin melakukan ibadah haji tentunya harus mengetahui syarat haji dan rukun haji. Syarat haji ialah mampu dalam segi finansial, beragama Islam, telah balig, orang yang merdeka atau tidak menjadi budak orang lain, memiliki bekal dan aman dalam melakukan perjalanan ke Baitullah. Sedangkan untuk rukun hajinya yakni adalah ihram, wukuf di Arafah, tawaf ifadhah, sa’i, tahallul, dan yang terakhir adalah tertib. Syarat dan rukun haji hampir sama dengan ibadah Umroh, namun pada rukun umroh tidak terdapat wukufnya.