Tata Cara Berdoa yang Beradab

Berdoa dengan Tata Cara yang Benar

Tata Cara Berdoa yang Beradab—Berdoa adalah salah satu cara atau penghubung antara manusia dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Banyak ucapan yang dapat dilontarkan ketika berdoa. Entah ucapan yang buruk atau yang baik semua dapat disebut sebagai doa. Bukan hanya ucapan saja, namun perbuatan dan pemikiran pun semua dapat terkabul seketika bila Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berkehendak. Maka dari itu, berhati-hatilah dengan perbuatan, ucapan dan pemikiran kita sendiri. Karena semua itu dapat menjadi senjata bagi kita yang mengarahkan ketiga hal tersebut ke arah yang buruk. Tetaplah berprasangka, berbuat, mengucap soal kebaikan. “Apa yang kau tanam itu yang kau petik”, begitu kata pepatah mengatakan. Bila menanam segala kebaikan, maka semuanya pun akan menjadi baik.

Jika berdoa adalah suatu cara berinteraksi dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, tentu saja manusia harus memiliki adab dalam berinteraksi dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Adapun adab-adab ketika melaksanakan doa ialah sebagai berikut :

Tata Cara Berdoa yang Beradab dan Harus Dilaksanakan

  1. Mencari Waktu Mustajab

Sebenarnya, semua waktu adalah kebaikan. Namun baik yang dimaksud adalah kebaikan yang dapat dibagi-bagi. Karena artikel Khazzanah Tour Travel ini membicarakan mengenai Tata Cara Berdoa yang Beradab, pastilah waktu kebaikan yang dimaksud disini adalah waktu kebaikan untuk berdoa atau dengan kata lain waktu mustajab untuk berdoa. Waktu mustajab untuk berdoa ini sangat banyak, bisa berdoa ketika hari Jum’at, diantara adzan dan iqomah, ketika turun hujan, ketika sedang berbuka puasa, ketika hari Arafah, dan juga sepertiga malam terakhir. Adapun haditsnya yang menerangkan diantara salah satu waktu mustajab tersebut yakni yang artinya : “Allah turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman : Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan, siapa yang meminta-Ku, Aku beri, dan siapa yang minta ampunan pasti Aku ampuni.” (H.R Muslim).

  1. Menghadap Kiblat dan Mengangkat Kedua Tangan

Mengangkat kedua tangan dalam Tata Cara Berdoa yang Beradab pun tidak boleh sembarangan dan tidak boleh melihat ke atas. Yang benar dalam mengangkat kedua tangan ialah wajah diharuskan menghadap ke telapak tangan. Adapun hadits yang memberitahukan bagaimana caranya mengangkat kedua telapak tangan ketika berdoa yakni yang artinya : “Ibn Abbas radliallahu ‘anhu mengatakan, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berdoa, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya dan mengangkatnya setinggi wajahnya (wajah menghadap telapak tangan). (H.R Thabrani).

Yuk daftar ibadah Umroh di Bulan Oktober dengan biaya yang murah tanpa harus ribet melakukan banyak persiapan, karena staff Khazzanah Tour Travel siap untuk memberikan pelayanan Anda secara maksimal lho.. Ikuti programnya sekarang juga di Paket Umroh Oktober!

  1. Suara Lirih dan Lembut

Berinteraksilah dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan suara yang tidak keras atau dengan lemah lembut. Jangan lupa untuk meminta belas kasih dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas apa dosa-dosa dan segala yang diinginkan dan diucapkan di dalam doa. Berikut firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala : “(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria, yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.” (Q.S Maryam: 2 – 3).

  1. Khusyuk, Rendah Hati dan Penuh Harap

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (Q.S Al-Anbiya’: 90)

  1. Mengulang-Ulang Doa dan Memantapkan Hati Dalam Pengucapannya

Berusahalah meminta yang sudah harusnya dipinta dengan memantapkan hati untuk memintanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Jangan lupa untuk selalu mengulang-ngulang doa tersebut. Karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga akan menilai dan melihat sejauh mana hamba-Nya bersabar dan berusaha agar doa-doanya dapat terkabul dan segala keinginan dapat tercapai. Haditsnya yakni yang artinya : Ibn Mas’ud mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila beliau berdoa, beliau mengulangi tiga kali. Dan apabila beliau meminta kepada Allah, beliau mengulangi tiga kali. (H.R Muslim).